Rabu, 12 Desember 2018

Welcome Back!

Masih diliputi kesedihan tumblr nggak bisa diakses. Butuh wadah untuk menulis, tapi kalau menggunakan kembali blog ini kok setelah dibaca-baca kok malu sendiri ya. Isinya naif, random, childish, hitam atau putih, immature. Yah walaupun sekarang juga belum matang sepenuhnya sih. Perjalanan hidup masa remaja yang penuh ketidakpastian yang sebenarnya nggak penting tapi jadi beban pikiran berat saat itu. Memang ya, jejak digital itu nggak akan hilang. Pantas orang bilang jejak digital itu sama dengan tato di badan. Permanen. Walaupun sudah dihapus tetap berbekas dan kulit tidak akan pernah benar-benar pulih. Tapi kalau membuat wadah baru kok kayanya kurang berfaedah juga ya. Kecuali kalau kontennya berbeda, lah ini kan sama-sama konten pribadi dan nggak ada suatu yang spesifik. Jadinya hanya menambah "sampah" digital.

Ditengah kesedihan yang membawa kegalauan ini sepertinya saya akan kembali menggunakan blog ini.  Cerita lama biarlah menjadi cerita lama. Silakan jika ada yang masih tertarik membacanya. Bagaimanapun juga itu cerita saya, hasil olah pikiran saya, pandangan, pengalaman yang membentuk saya sampai seperti hari ini. Walaupun mungkin tidak seintens dulu ketika awal menggunakan blog atau ketika menggunakan twitter tapi saya akan berusaha menulis dengan rutin *janji kepada diri sendiri*.

Well, mungkin saatnya bilang welcome back to blogspot to me! Take a seat, enjoy the journey, live the life, and make the good things!

Minggu, 09 Desember 2018

Me Back?

Katakanlah saya labil.

Sebelumnya saya bilang kalau meninggalkan blog ini dan migrasi ke tumblr dengan alasan tumblr lebih user friendly dibandingkan blogspot ini. Akhirnya mulai 2012 saya menulis di sana. Blogspot tidak saya tinggalkan sih, hanya jarang saya akses. Sampai akhirnya tumblr diblokir dan belum dibuka juga sampai sekarang. Damn you Kemenkominfo! Saya kehilangan wadah katarsis. Tidak, saya tidak berhenti menulis. Tulisan tetap jalan. Tulisan dalam bentuk apapun. Tapi rasanya ada yang kurang. Saya butuh wadah untuk menyalurkan tulisan-tulisan saya tadi. Sebagai pengingat apa yang saya lalui, apa yang saya pikirkan, apa yang saya rasakan, apa yang saya temui.

Apakah sekarang waktunya saya kembali aktif menulis di sini?

We'll see.
Kata Jambrud, "Mungkin butuh kursus merangkai kata untuk bicara," ternyata benar dan berlaku untuk saya. Gengsi mengalahkan segalanya sampai-sampai saya tidak tahu harus berkata apa. Yang lebih parah, apa yang ingin saya ucapkan jadi terlontar sebaliknya.

Senin, 24 Juli 2017

Senin, 10 Desember 2012

I often have trouble to open dashboard and post something. Catch me on the other site, then. I can post anything, anytime, anywhere as long as I have internet connection and my phone.

See you ;)

Sabtu, 17 November 2012

Paket Lengkap


Sebagai anak pertama diantara dua lelaki, dulu saya pingiiin banget ngerasain punya kakak laki-laki dan adik perempuan. Kenapa? Kakak laki-laki terkesan gentle dan bisa difungsikan jadi semacam bodyguard buat adik-adik perempuannya, lalu adik perempuan bisa merangkap jadi boneka lucu, gemesin, yang bisa didandani ini itu plus jadi sarana curhat kakak perempuannya.
Keinginan pertama jelas stuck. Nggak mungkin kan saya balik ke perut mama lagi, lalu minta kakak laki-laki kemudian saya lahir kembali. Yaudah, saya terima dengan legowo lagi pula kakak laki-laki perangkap bodyguard yang bisa digandeng kan nggak harus kakak kandung, mas-mas sepupu yang kece dan seabreg bisa diadu juga kok J
Nah tinggal masalah adik perempuan nih. Eeeeh ternyata anak ketiga dalam keluarga yang selisih umur belasan dengan saya laki-laki! Untuk minta adik ke ortu lagi juga udah nggak mungkin dan jujur saja saya nggak bayangin gimana kalau masih ketambahan precil lagi hhi. Tapi sedihnya mayoritas sepupu dibawah saya juga laki-laki. Huah mana adik perempuan saya!
Sampai akhirnya saya ketemu pacar. Anak ketiga dari enam bersaudara yang kebetulan banget berkakak laki-laki dan beradik perempuan. Nah, paket lengkap nggak nih J Akhirnya saya merasakan punya adik perempuan hhi.

Senin, 24 September 2012

Harapan

Kenapa seseorang merasa kecewa? Karena harapannya terhadap sesuatu tidak terpenuhi.

Dalam suatu hubungan, ada-tidak maupun besar-kecilnya harapan menandakan kedalamannya. Semakin besar besar harapan yang kita taruh kepada seseorang, maka makin berkualitaslah hubungannya, karena kita tidak mungkin menaruh harapan kepada orang yang sekedar bertemu berpapasan di jalan, kan? Lagi pula sebagai manusia kita pasti punya segudang harapan buat orang-orang yang berelasi dengan diri kita. Disadari atau tidak, tapi kalau Anda jujur terhadap perasaan dan diri sendiri pasti jawabannya "iya, saya menaruh harapan padanya". Sayangnya tidak semua harapan tadi terwujud. Inilah yang menyebabkan konflik dalam suatu relasi, karena realita yang melenceng jauh dari harapan tidak dibarengi dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri.

Nah sebenarnya sah-sah saja dan sangat wajar jika kita memiliki segudang harapan, tapi penyesuaian diri terhadap realita yang menunjukkan gagalnya suatu harapan sehingga konflik berhasil diminimalisir merupakan suatu parameter hubungan yang berkualitas.

Jadi, selamat berharap!

Rabu, 12 September 2012

Random

Siang bolong udah ngadem di kos adalah suatu kemeawahan sekarang ini. Tapi berhubung biasanya kebingunan kesana kemari kerjain tugas, nongkrongin perpus buat cari jurnal dan kawan-kawan, terjebak dialam rapat yang super bosenin, atau fokus di depan laptop karena dikejar deadline sekarang nganggur gini pikiran jadi kemana-mana.

Kangen. Kemaren pasti ada tempat tujuan kalau mendadak kosong gini, sekarang? Kudu naik kereta tujuh jam dulu buat babat jalan 400an kilometer.

Intinya: galau.

Ah labih deh. Udah 19+ nih, mau kepala dua!

Keinget dulu sering banget diputerin satu lagu via telepon daaaaaan dengan bodohnya nggak nyadar kalau itu lagu kode! Hahaha. Sekarang suka cermatin liriknya dan pasti geli sendiri.




Jauh hari ku merasa 
Kau nanti pasti jadi milikku 
Tlah terjadi semuanya 
Kuyakin kau nanti di sisiku 
Tak peduli apa kata yang lain 
Hati ini hanya ingin dirimu 

Dan kini maafkan aku 
Terlanjur ingini
Terlanjur sayangi
Semua yang ada 

Sudikah kau terima ku 
Terlanjur sayangi 
Terlanjur ingini
Semua yang ada 
Di dalam dirimu 

Kuterima putusanmu 
Tak akan, ku tak akan menyesal 
Kuakui kupaksakan 
Kubukan manusia sempurna 
Tak peduli apa kata yang lain 
Hati ini hanya ingin dirimu 

Andaikan ku bisa berpaling dari dirimu 
Lemas hati ini jika aku harus memilih lagi


D'cinnamons - Semua yang Ada

Sabtu, 08 September 2012

Ngalah

Diluar keluarga ada beberapa hal yang baiknya dan mau-nggak mau saya harus ngalah sama mas pacar.

1. Perut
Ini dia yang bikin saya sukses menggembung selama liburan, padahal sebelumnya liburan adalah waktu saya untuk membuang beberapa kilogram lemak yang nggak tau diri mampir selama masa sibuk. Kalau orang doyan makan ketemu orang yang lebih doyan makan itu sebenernya membahagiakan atau petaka buat tubuh sih?

2. Liverpool
Nah kalau mas pacar lagi bete karena jadi salah satu Liverpudlian korban php mending diem, jangan diungkit-ungkit, jangan ngetawain, jangan ngejek kalo masih mau sayang-sayangan hhi.

3. Game
Yak kalau mas pacar udah ketemu sama segala bentuk game, mulai dari minesweeper, FIFA, kinect, PS, The Sims, dll siap-siap aja legowo dicuekin. Bisa empat jam lebih pacar duduk manis di samping tapi dianggurin gara-gara ngejar namatin Prince of Persia. Hebat nggak tuh *elus dada*.

4. Futsal
Berhubung mas pacar hobi banget sama futsal dan nggak buruk-buruk amat kok nungguin mas pacar di pinggir lapangan (padahal ada niat terselubung buat cuci mata) jadi buat yang satu ini paling ikhlas deh.

Namanya juga hubungan yang jelas-jelas ada dua pribadi yang berbeda, jadi ada beberapa hal yang masih dan harus bisa ditoleransi biar jadi hubungan jangka panjang kan :)

Rabu, 05 September 2012

Nyolong waktu dikit sebelum tidur ya.


Setelah seharian penuh diterpa badai fisik, psikis, dan emosi (lebay) ditambah bingung harus meluapkannya kemana karena microsystem juga sedang merasakan suasana yang sama akhirnyaaaa di penghujung hari menemukan sepasang telinga buat sekedar menyampaikan segala kepenatan. Didengarkan, feed back kemudian.

Bahagia itu sederhana :)

Terimakasih.

*send you tons of love*

Sabtu, 01 September 2012

Udah pamit tidur sih, tapi nggak tau kenapa malah gagal merem.

....
....
....

Dulu nggak ada kabar berhari-hari rasanya biasa aja, selow aja, nyantai nggak pake mikir aneh-aneh. Tapi sekarang kalau mendadak ngilang nggak tau kemana pasti bawaannya uring-uringan, insecure, panik. Mendadak hal kayak gini nggak bisa  ditoleransi sama diri sendiri.


Kamu kenapa, nduk?

Rabu, 29 Agustus 2012

See You Soon


Time just flies faster. I’m gonna miss your big big gently hug, your chunky arm as my favourite pillow, your warm holding hands, the moment when suddenly you say “eh, itu cantik ya!” then you apology because of my straight face, the moment when we fight and we both pull the hair (sounds impolite right? But I love it anyway), the feeling-I-can-not-describe when we not doing anything, just leaning each other.
Gonna miss the butterflies on my tummy when you look at me and sing with your guitar, my silly face when you touch my hair and say “I love you”, the serenity when I see your face while you’re sleeping, the laugh when you’re trying to follow the song with your crazy and stupid style on your car.

A bit “lebay” maybe, but it’s true, I do love you. Back home a.s.a.p., dear.
I know it’s just the beginning and now let us fight \m/

Jumat, 24 Agustus 2012


“LDR lagi? Ebuset, nggak kapok diselingin lagi? Orang yang sekota aja sempat kecolongan sama mantan.”

Hha. Dua kalimat yang berakhir tanda tanya tadi masih bisa sedikit diterima, tapi kalimat terakhirnya bener-bener sompret. Hmmm, lupakan. Balik lagi ke pertanyaan utama.

Kapok? Ngapain kapok, toh ini juga memulai sesuatu yang baru dengan pribadi yang beda juga kok. Me-generalisasi-kan orang nggak boleh lho, karena pada dasarnya manusia itu terlahir dalam kondisi yang baik dan memiliki tujuan dan dorongan yang baik.
Memang nggak gampang dan riskan –percobaan pertama saya gagal hha- tapi bukan berarti nggak layak buat dijalani, kan? Bukan suatu yang mulus juga kok yang saya impikan karena saya cukup sadar diri kalau saya juga nggak lurus-lurus amat. Intinya ya saling jaga kepercayaan aja deh. Mengharap sesuatu yang statis juga nggak bisa sih, manusia kan dinamis. Tapi kalau memang sudah nggak sanggup ya dibicarakan baik-baik tanpa perlu neko-neko dan melibatkan labih banyak hati.

Sebenarnya sih nggak sesederhana itu, tapi kadang nggak perlu berpikir rumit buat menjalani sesuatu kan.

Rabu, 25 Juli 2012

Selftalk

Thanks for ruin my mood. You did it perfectly. Congratulation!
Sama seperti wewangian, tiap lagu juga bisa jadi merepresentasikan seseorang atau suatu kejadian tertentu.

Teenagers - My Chemical Romance sama Remember-nya Disturb mengingatkan saya pada sosok Bernadetta Diajeng Ayu Hardanti. Kecil, kalem, diem, imut, tapi ternyata cadas.

If Ain't Got You punya Alicia Keys sama Nothings Gonna Change My Love for You versi siapapun menggambarkan Rina Karina Kurniawan, kembar ketemu gede yang sekarang udah nggak mirip lagi.

Ten2Five dengan Love is You-nya plus Don't Love You No More (I'm Sorry)-nya Craig David sukses mengingatkan pada sosok Clementine Cathariena Monica Rolly Vonita (semoga nggak typo ya) yang sempat tergila-gila sama dua lagu ini karena ....

Kalau buat Perpetua Ade Maria Teresa Saragih, Miss Independent yang dinyanyiin Ne-Yo sama Single Ladies-nya Beyonce paling pas buat gambarin wanita kribo nan sekseh ini.

There Is - Box Cars Racer sama Jenny - The Click Five yang beberapa penggal liriknya diganti dan dinyanyikan dengan pernuh penghayatan dan emosi itu Fransisca Steffi Heindradi banget.

Nah Jupe dengan Belah Duren yang kontroversial juga memorable kok. Gimana nggak, ditenga-tengah jam belajar yang bener-bener dipake buat belajar karena menetukan kelanjutan sekolah (naik/enggak) plus dijagain Sr. Yosefa sampe ngantuk-ngantuk, Maria malah bikin seger dan nggak fokus karena tiba-tiba gantian nempelin kuping kita satu-satu ke headset yang lagi muter lagu ini. Yang bikin ngakak ya apalagi kalau bukan desahan-desahannya yang huek enggak banget.

Lantai dua ruang tamu Asrama Samirono identik sama "...persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu..." karena sering nggak sengaja kita bisi-bisik nyanyiin lagu itu ditengah hening jam belajar dan akhirnya ketawa. Flip flop!

Lagu Rindu - Kerispatih sama Cinta untuk Mama (nggak tau siapa penyanyinya) ngingetin banget sama kerjaan anak-anak XI Is 2 yang pingin banget liat Ajeng sama Maria nangis gara-gara nggak kuat denger dua lagu itu dan berujung sama salah sasaran. Bukan Maria, tapi Elis yang nangis plus semua anak rantau galauin mama.

Lil' Thing versi Bryan Samuel Alexander dkk plus Generasy Synergy dan video klipnya secara nggak langsung bawa kenangan gimana Monrol suka banget sama BLP dan semacamnya.

Lagu-lagu David Cook dan David Archuleta ngingetin gimana dulu tiduran di kasur Ajeng sambil dengerin lagu duo David ganteng itu.
Sepertinya kumat. Yiak, selamat datang kembali malam-malam panjang.

Berhubung yang biasanya diajak kontak udah ngimpi nggak tau sampai mana, internet nyala tapi juga bingung mau ngapain, akhirnya iseng bukalah semua chat history facebook, y!m, sampe skype. Hasilnya? Sukses deh senyum-senyum sendiri di depan laptop dengan kondisi kamar yang gelap gulita. Lampu kamar udah dimatiin sih.

Mulai dari chatting sekedar basa-basi tanya kabar dan hidup masing-masing yang cuma beberapa kata, tanya-tanya persiapan kuliah, ngomongin biola, curhat colongan, mulai  saling support (walaupun masih basa-basi), bercanda ejek-ejekan nggak jelas, share link yang isinya nggak jelas juga, sampai akhirnya.... (silahkan dikira-kira sendiri ya) intinya kalau ngeliat dari chat history yang bagian awal banget, nggak bakal nyangka kalau diruntut makin kebawah isinya makin berubah drastis kayak sekarang ini.

Senin, 23 Juli 2012



Tiap kali buka home screen pico merah bawaannya senyum-senyum sendiri ngeliat dua sticky notes yang nggak penting tapi nyenyengin ini :)


Terutama yang ini nih....

Persahabatan Bagai ....


Sahabat itu apa sih?
Apa yang harus dilakukan dua orang atau lebih biar pantas disebut bersahabat?

Bisa jadi dua pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang paling sulit jawabannya. Yak, dengan gampang kita melabelkan sahabat pada beberapa orang di sekitar kita, tapi saat disodori dua pertanyaan tadi bisa jawab nggak?

Hmmm bukan mau ngasih definisi apa itu sahabat, dan bagaimana sepantasnya persahabatan itu, tapi mengingat umur yang sudah bukan lagi anak-anak dan sudah hampir kepala dua yang artinya memasuki masa dewasa awal dengan kehidupan yang lebih kompleks lagi rasanya nggak tepat kalau title sahabat ditujukan buat orang-orang yang dekat dengan diri kita, dalam arti intensitas bertemunya besar. Saat intensitas itu berkurang secara otomatis title sabahat juga hilang. Ayolah, sudah bukan anak SD yang menganggap siapa saja  orang yang duduk sebangku adalah sahabat tapi mendadak bukan sahabat lagi kalau sudah nggak duduk sebangku lagi bahkan beda kelas, kan?

Ditengah-tengah aspek hidup yang makin kompleks, tuntutan dan tanggung jawab yang berlipat, serta peer group yang meluas rasanya nggak tepat lagi kuantitas tatap muka jadi parameter persahabatan, tapi kualitas. Bukan berarti menyepelekan kontak, tapi  asalkan ada komunikasi yang berkualitas diantara kontak yang minimal tentu saja chemistry persahabatan juga tidak akan luntur kan. 

Satu lagi, pergaulan manusia tidak hanya sebatas lingkungan keluarga, dan sahabat-sahabatnya. Makin bertambah umur makin banyak lingkungan yang akan dan harus diselami. Lingkungan keluarga dan peer  yang mayoritas adalah teman sekolah saat SMA berkembang  jadi lingkungan keluarga dan peer yang  bisa jadi terdiri dari teman sekolah, teman kuliah, rekan-rekan organisasi, perkumpulan hobi, dll. Jadi bukan berarti diabaikan karena intensitas tidak sesering dahulu, tapi butuh penyesuaian kembali bagaimana waktu yang tetap dan Cuma 24 jam dibagi untuk beberapa aspek kehidupan manusia tadi. Jangan melulu menuntut sahabat selalu ada dan jangan protes kalau sahabat datang disaat merasa kepayahan dan butuh pegangan karena kasarnya sahabat itu tempat sampah. Sorry.

Ada seseorang pernah nulis, “maaf ya aku jarang ikut ngumpul-ngumpul. Bukan berarti kangen atau lupa temen lama, tapi aku memang lagi bener-bener nggak bisa. Tapi sampai sekarangpun nama kalian tetap ada di doaku tiap malam sebelum tidur kok.”
So sweet nggak? Nah, itu baru persahabatan dan kedewasaan.

Kamis, 07 Juni 2012

Lucky I'm in love with my bestfriend <3

Kode Kode Kode

Ehem, sebenernya bingung mau nulis apa, tapi berhubung ada request dari orang yang suka sok imut ngaku-ngaku GANTENG dan kayak KOALA yaudah deh nggak papa diturutin aja :3

Terimakasih sudah pulang sambil membawa misi. Untung sukses misinya, kalo enggak gimana hayo?
Terimakasih sudah cukup sabar dicuekin, dijutekin, diusilin. Terus-terusan sabar yaaaa. Maaf aku nyebelin.
Terimakasih buat playlist sebelum tidur hampir tiap malam. Eh, pagi ding.
Terimakasih buat semua lagu yang dinyanyiin, padahal aku nggak pernah mau nyanyiin apapun buat kamu. Curang yak?
Terimakasih sudah "merusak" skema dan konsep awalku tentang pertemanan.
Terimakasih buat semua hal kecil, simple, sepele, tapi manis :)

Fyi, isi doa kemarin bukan minta langgeng atau kamu jadi yang terakhir, tapi "cuma" minta buat dibimbing biar aku nggak nyakitin kamu. Mungkin agak aneh, ya? Hhe.